Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Terus Melangkah

Terkadang aku berfikir, aku adalah manusia yang tidak pandai bersyukur, ALLAH sayang banget sama aku, akunya aja yang ga tau, udah dikasih kesempatan yang bagus, aku ga bisa perjuangkan dengan sungguh-sungguh, sampai akhirnya aku pernah menyerah pada seperempat akhir perjalanan. Awalnya aku sakit, sakit banget harus memulai kembali perjuangan yang telah kita lalui, aku berusaha bangkit lagi, rasa malu ku buang jauh-jauh. Sampai pada akhirnya aku berada di posisi dimana aku sudah menuntaskan kewajiban pertamaku, menjadi seorang sarjana, titel S.Pd sudah tersandang di belakang namaku, hmm.. 5 bulan sudah ternyata, tinggal peremiannya aja yang belum, aku harap kehidupanku terus meningkat, aku pasti lebih baik dari pencapaianku hingga hari ini. Mudahkan ya Allah,,Aamiin :)

Only Hope

Meski kita tidak pernah berhubungan lagi, aku harap kenangan kita masih melekat di benakmu, aku relakan atas waktu yang tidak pernah mengizinkan kita kembali seperti dulu, kau dengan hidupmu, dan aku dengan segenap kesenduanku, aku harap kau akan selalu diselimuti kebahagiaan yang tiada pernah bosan menemani setiap langkah yang kau ayunkan kemanapun kau ingin pergi. Aku tahu diri, aku hanya sekelebat bayangan di hari-harimu yang cukup melelahkan itu. Aku bangga padamu yang telah berhasil menaklukkan sebongkahan besar batu keraguan di hatimu, kau telah menyinari dunia dengan senyummu yang penuh dengan keikhlasan. Aku sadar, aku tidak akan pernah menjadi nyata di hidupmu. Aku ikhlas melepasmu pergi dalam pengharapan besarku. Aku bersyukur telah menjadi temanmu yang hanya dapat bertemu dalam rangkaian kata-kata ringan yang cukup membuatku bahagia. Kau kebahagiaan kecilku. Dan kini aku harus melepasmu, jarak dan waktu menjadi musuh kita. Karena jarak dan waktu tidak akan pernah berpihak p...

Awal yang Baru

"Telah... lama sendiri, dalam langkah sepi..". sebait lagu Kahitna yang sangat syahdu dan lirih perih, ga ada bedanya dengan keadaan aku yang belum banyak berubah, terutama masalah hati yang seakan belum ada ujungnya. Sedikit lebih lega aku telah menuntaskan pendidikan S1 yang hanya seujung kuku. Sekarang aku masih saja harus tertatih untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Saat masih kuliah aku hanya dipusingkan masalah tugas dari dosen yang membuat waktu tidurku semakin singkat. Kali ini aku dipusingkan dengan masalah pekerjaan yang belum ada kepastian yang indah. Aku harus sabar, itu nasehat yang selalu ibu katakan, "mulai dari bawah dulu, segala sesuatu harus di mulai dari yang susah dulu, sabar dan tawakkal saja, semua itu tergantung dengan kemauan, usaha, kesungguhan dan yang paling utama selalu berdo'a, selalu minta yang terbaik sama Allah". Harusnya aku bersyukur, di saat teman-teman lain dipusingkan dengan masalah pekerjaan yang tak kunjung datang,...